Thursday, December 10, 2009







aku seuntai tasbih, tapi bukan tasbih biasa, aku tasbih seorang daie....

setiap pagi aku akan digapai oleh tuanku, berkali-kali beliau mengusap halus tubuhku, dicelah jarinya yang mulus...aku terasa selesa...lidahnya lembut memuji Allah dan berselawat,. setiap perkataannya dihayati dengan khuyu',terkadang air mata menghujani pipinya, dicelah-celah rekahan kedut-kedut sejarah usia, beliau mengenang dosanya, mengenang kembali saat-saat yang dilaluinya tanpa berzikir...atau beliau merintih meminta ampun untuk kesalahan umat manusia.begitulah beliau, seorang daie, semuanya berlaku di pagi hari. semasa selimut masih memanaskan badan manusia lainnya.



Dikala mentari terbit, beliau membawaku sambil meletakkan jisimku di atas meja aku menemaninya membaca dan mengkaji ilmu Quran dan Sunnah. setelah itu beliau keluar mendepani kemelut masyarakaat. Yang jahil diajarkannya, yang hatinya keras dilembutkannya, yang bengis dijinakkannya. Ada yang sesat disedarkannya. Banyak yang mendedah aurat menutup setelah dinasihatinya, banyak yang murtad kembali setelah disedarkannya, ada yang taubah setelah derhaka, ada yang wara' setelah fasiq, semuanya dihadapi dengan senyuman dan penuh hikmah.


قل ا ن كنتم تحبون الله فتبعوني يحبكم الله


"Katanlah Muhammad: Jika kalian cintakan Allah turutilah aku nescaya kamu dicintai Allah..."


Itulah seruannya kepada manusia, mengulangi berkali-kali ayat suci al-quran ini. sambil berbisik

"sesungguhnya ganjaran balasan aku hanyalah disisi Allah". Hidupnya penuh dengan sunnah. Hatinya penuh dengan zikir, akalnya penuh dengan al-Quran.







......





tapi aku hairan, beliau sering dipersalahkan. oleh mereka yang lebih muda usianya, lebih dangkal ilmunya, lebih sedikit pengalamannya, lebih kurang akalnya,


terkadang panggilan Ahli Bi'daah dilemparkan kepadanya sedangkan beliau memanggil semua muslimin adalah saudara, terkadang pandangannya dikatakan sesat sedangkan beliau menghormati semua pendapat, terkadang fatwanya disanggah sedangkan katanya setiap mujtahid punya pahala,






manakala mereka yang mengcercanya, menggelar diri mujdaddid sedangkan mereka memecah-belah ummat, menanggkat diri sebagai intelektual dan ulama sedangkan mereka mengelirukan ummat, mengelar diri pejuang sunnah sedangkan suka mengherdik sesama manusia, mendakwa menjalinkan ukhwah sedangkan saling mengkafir, mengatakan cinta rasul sedangkan tidak memahami erti nubuwwah apatah lagi menghormatinya, kononnya mengenal Tuhan sedangkan hidup seperti haiwan-maksiat jadi amalan, entahlah....



aku hairan dan keliru, sampai kapan semua ini akan terus berlaku, atau sampai bila semua ini akan berulang wahai sahabat-saudaraku, aku tasbih seorang daei yang kalian caci, sedahlah dari mengherdik pendapat orang lain, sucikah kalian dari dosa sehingga tergamak kalian menempah neraka atau maksumkah kalian sehingga berani mengkafirkan orang lain, apakah kalian sudah mendapat tiket ke syurga atau dapat menjamin kebenaran jalan kalian...



WAHAI DAIE BIDAAH APAKAH YANG LEBIH BESAR SELAIN MENGATAKAN SAUDAR SEAQIDAHMU AHLUL BIDAAH...


sedang Bilal mendirukan solat sunat wudhu' dan Nabi tidak pula mengatakan Bilal melakukan bidaah...


cukuplah....















(Syeikh Bin Baaz menasihati ikuti link diatas)

No comments: